Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2016

Memperkenalkan Potensi Wisata Curug Bidadari Batang



Tugas IPS

Tema Kegiatan  : Memperkenalkan Potensi Wisata di Daerah Batang




Judul
“Air Terjun Bidadari/ Curug Bidadari”

1.Nama dan Alamat Penulis
-Ahmat Aris
-Alvi Qorina
-Mabbi Islano Akbar
-Muhammad Nailul H.
-Shollu Ammanatul K.

2.         Pendahuluan
Kabupaten Batang, merupakan sebuah kabupaten yang ada di provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara,di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kendal, Kabupaten Banjarnegara di sebelah  selatan, dan disebelah  barat adalah Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.
 Sudah tau potensi wisata yang ada di Kabupaten tercinta kita?. Kalau belum tau,kami akan memberitahu salah satu objek wisata yang ada di Kab.Batang.Yaitu Air Terjun/Curug Bidadadari dalam bahasa masayarakat setempat.
Curug Bidadari terletak di Desa Silurah ,Kec. Wonotunggal,Kab. Batang.Curug ini terletak lumayan jauh dari pintu masuk desa.Udara di sana sangat sejuk dan pemandangan di sepanjang jalan menuju kesanapun bagus.Cocok sekali bagi para pecinta alam.

3.         Isi

Curug Bidadari, atau biasa disebut curug Batu Dinding Kolam Lima, karena di sekitar air terjun ini terdapat lima ceruk aliran air yang menyerupai kolam renang, yang sering digunakan untuk mandi dan berenang, mulai yang dangkal sampai yang kedalamannya belum terukur. Dan juga disisi kanan kirinya terdapat batu tebing yang tinggi menjulang.

Dan memang kelebihan dari curug ini adalah untuk berenang, karena jika dilihat dari ketinggian air terjunnya tidak begitu tinggi jika dibandingkan dengan curug-curug pada umumnya, tapi wanawisata ini memang tidak sekedar untuk dilihat pemandangannya saja, tapi untuk dinikmati kesegaran dan kejernihan airnya. Yaitu pengunjung kurang afdol kalo datang kesini tidak menikmati serunya berenang dikolam alam ini.

Secara geografis dan administratif curug ini masuk dalam wilayah Pekalongan, tepatnya di desa Purbo Jolotigo, kecamatan Talun, kabupaten Pekalongan. Karena setelah kita menyeberangi sungai, di sepanjang jalur tersebut sampai di titik air terjun, kita berada di sisi sebelah kanan sungai yang artinya kita sudah berada di wilayah kabupaten Pekalongan.
Tetapi karena pintu masuk ke lokasi wisata ini dari desa Silurah, kecamatan Wonotunggal, kabupaten Batang dan dikelola oleh warga setempat jadi curug ini lebih populer disebut curug Bidadari Batang.

Bisa dimaklumi setiap batas administrasi suatu daerah memang biasanya menggunakan sungai sebagai patok batasnya, dan air terjun memang lokasinya pasti disungai. Jadi sah-sah saja jika suatu lokasi air terjun masuk kedalam dua wilayah admisistrasi yang  berbeda.



Berikut adalah gambar dari Curug Bidadari

  1. Kesimpulan:
    Memang keberadaan Curug Bidadari ini cukup jauh dari pusat kota Batang, tetapi pemandangan yang ada di curug ini dapat membuat siapa saja takjub.
    Demikian Ulasan mengenai Curug Bidadari, Batang.
Saran dari kami bagi para pengunjung
Untuk para pengunjung yang hendak berwisata ke curug ini harap berhati hati ketika akan masuk ke daerah silurah. Karena jalannya yang jarang ada pembatas jalan dapat membahayakan bagi para pengendara motor. Serta jangan buang air kecil maupun besar dan sampah sembarangan. Karena dapat merusak ekosistem yang ada.
Demikian
Ulasan mengenai Curug Bidadari, Batang.
Ulasan ini
kami tulis dalam rangka memajukan potensi wisata alam, terutama di daerah Kab.Batang, bukan untuk mengajak anak-anak alay yang datang hanya untuk mengotori alam saja.
Jadi bagi sobat-sobat yang ingin berkunjung ke lokasi curug Bidadari ini wajib menjaga kelestarian alam disana dan jangan lupa sampah wajib dibawa kembali, jangan dibuang sembarangan...!!!!


Memperkenalkan Potensi Wisata Curug Sodong




Kelompok 
Nama Anggota : -Adyan Rizqi S.         (02)
                              -Catur Tito Adi A.     (10)
                              -Dewi Fadhilah         (11)
                              -Ina Noviana             (18)
                              -Nova Amelia            (26)
                              -Siswijaya Anggita P.(30)
Tugas IPS
Tema Kegiatan  : Memperkenalkan Potensi Wisata di Daerah Batang


1.Judul
    ”Air Terjun/Curug Sodong”
2.Nama dan Alamat Penulis
 -Adyan Rizqi s.
 -Nova Amelia
 -Ina Noviana
3.Pendahuluan
 Kabupaten Batang, merupakan sebuah kabupaten yang ada di provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, di tumurnya berbatasan dengan Kabupaten Kendal, Kabupaten Banjarnegara di bagian selatan, dan dibagian barat adalah Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.
 Sudah tau potensi wisata yang ada di Kabupaten tercinta kita. Kalo belum tau,kami akan memberitahu salah satu objek wisata yang ada di Kab.Batang.Yaitu curug/air terjun Sodong.
Curug Sodong terletak di Desa Wisata Sodong,Kec. Wonotunggal,Kab. Batang.Curug ini terletak lumayan jauh dari pintu masuk desa.Udara di sana sangat sejuk dan pemandangan di sepanjang jalan menuju kesanapun bagus.Cocok sekali bagi para pecinta alam.




4.Isi
 Curug Sodong terletak di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal. Curug ini mempunyai ketinggian sekitar 15 meter dan berada pada ketinggian sekitar 800 mdpl. Curug Sodong bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi selama kurang lebih selama 1 jam dari Kota Batang.
 Curug Sodong terletak di tengah hutan yang banyak terdapat pepohan yang hijau.Sebelum sampai ke Curug Sodong kita akan menemui curug kecil terlebih dahulu.Curug kecil belum diberi nama oleh warga sekitar.Agar kita bisa sampai ke curug kita harus melewati pemukman warga sekitar.Setelah melewati pemukiman warga kita akan sampai ke pintu masuk curug,tapi tidak ada tugu/pintu di pintu masuk.Tetapi hanya penunjuk arah saja.Setelah sampai di pintu masuk ada sebuah parkiran dan wc.Di sanalah kita bisa menitipkan kendaraan kita,tetapi parkiran ini hanya bisa di tempati oleh motor saja karena setelah dari pintu masuk mobil tidak bisa lewat karna jalan yang semakin sempit.
 Setelah dari parkiran kita masih harus berjalan sekitar 1 km untuk ke curug.Di perjalanan ke curug ada sungai kecil.Dan saat kita berjalan kita akan disuguhi oleh suara hewan seperti burung,dan serangga.Medan yang harus dilalui adalah medan naik turun.Setelah berjalan 1 km kita akan sampai ke curug.

Dan inilah gambar dari Curug Sodong:


5.Simpulan

Memang curug ini terletak tidak jauh dari pusat kota,tetapi setelah melewati pintu masuk desa kondisi jalannya kurang bagus.Maka kita harus berhati-hati supaya tidak terjatuh saat berkendara.Dan juga di sana tidak ada penunjuk arahnya saat kita memasuki hutan.
Saran kami untu para calon pengunjung adalah untuk membawa bekal sendiri dari rumah.Karna di sana tidak ada warung/warga yang berjualan makanan.

Sabtu, 09 Januari 2016

Demokrasi Terpimpin di Indonesia

SEJARAH DEMOKRASI TERPIMPIN DI INDONESIA
Demokrasi terpimpin di Indonesia dimulai sejaK dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret pada tanggal 11 maret 1966. Demokrasi terpimpin di Indonesia dimaksudkan oleh Sukarno sebagai demokrasi yang sesuai dengan kepribadian bangsa, yang berbeda dengan system demokrasi liberal yang merupakan produk dari barat, tetapi pada pelaksanaannya, Demokrasi Terpimpin mengalami bentuk macam penyimpangan.
Penyimpangan-penyimpangan tersebut diakibatkan oleh terpusatnya kekuatan politik pada Presiden Soekarmo. Era tahun 1959 sampai dengan 1966 merupakan era Soekarno, yaitu ketika keijakan-kebijakan Presiden Soekarno sangat mempengaruhi kondisi politik Indonesia
ii. Kebijakan Pemerintah Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959
A. Pembentukan MPRS
Sesuai dengan diktum dekrit, maka Presiden Soekarno membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara berdasarkan Penpres no.2 tahun 1959. Seluruh anggota MPRS tidak diangkat melalui pemilihan umum, tetapi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan 3 syarat, yaitu :
1. Setuju kembali kepada UUD 1945
2. Setia kepada perjuangan RI
3. Setuju kepada manifesto politik
Dalam siding-sidangnya, MPRS telah mengeluarkan beberapa kebijakan penting seperti :
1. Penetapan manifesto politik RI sebagai bagian dari GBHN
2. Penetapan Garis-garis Besar Pembangunan Nasional Berencana tahap 1 (1961-1969)
3. Menetapkan Presidan Soekarno sebagai Presiden seumur hidup
B. Pembentukan DPAS
DPAS dibentuk oleh Presiden Soekarno, dan diketuai langsung oleh Presiden sendiri, dan yang menjadi wakil ketua adalah Ruslan Abdul Gani
C. Pembentukan Kabinet Kerja
Kabinet kerja dipimpin oleh Presiden Soekarno sebagai Perdana Menteri dan Ir. Juanda sebagai menteri pertama
D. Pembentukan Front Nasional
Front Nasional merupakan lembaga ekstra parlementer yang dibentuk dengan tujuan :
1. Menyelesaikan revolusi nasional Indonesia
2. Melaksanakan pembangunan semesta nasional
3. Mengembalikan Irian Jaya ke wilayah RI
E. Penataan Organisasi Pertahanan dan Keamanan
Penataan ini meliputi digabungkannya TNI dan Polri kedalam satu wadah yaitu ABRI, sehingga dengan demikian ABRI terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Kepolisian
F. Penyederhanaan Partai-partai Politik
Penyederhanaan yang dimaksud adalah pembubaran partai-partai politik yang tidak sesuai dengan Penpres no.7 tahun 1959
G. Penyederhanaan Ekonomi
1. Pembentukan Depernas
2. Melakukan Devaluasi mata uang rupiah
3. Mengeluarkan peraturan dibidang ekspor-impor (peraturan 26 mei)
4. Mengeluarkan Deklarasi Ekonomi (Dekon)
5. Membentuk Badan Musyawarah Pengusaha Swasta Nasional (Bamunas)
iii. Penyimpangan-Penyimpangan Pemerintah Pada Masa Demokrasi terpimpin
Dikeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 oleh Presiden Soekarno dimaksudkan untuk melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia agar sesuai dengan UUD 1945. Tetapi pada pelaksanaannya, pemerintah khususnya Presiden Soekarno banyak melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap UUD 1945 itu sendiri, di antaranya sebagai berikut :
A. Penyimpangan di Bidang Kebijakan Dalam Negeri
1. Mengumumkan ajaran Nasakom (Nasionalis, Agama, komunis)
2. Penetapan MPRS tentang jabatan Presiden Soekarno sebagai Presiden RI seumur hidup
3. Pembubaran DPR hasil pemilu 1, tahun 1955
B. Penyimpangan di Bidang Kebijakan Luar Negeri
1. Politik konfrontasi dengan pembagian dunia menjadi 2 bagian, yaitu Oldefo (Old Establishes Forces/Negara-negara kapitalis imperialis) dan Nefo (New Emerging Forces/Negara-negara progresif revolusioner)
2. Melaksanakan politik Mercu Suar (pembangunan proyek-proyek raksasa, komplek olahraga senayan, Jakarta by pass, Monumen Nasional, Jembatan Ampera)
3. Menyelenggarakan Ganefo (Games of the New Emerging Forces) yang sebagian besar pesertanya adalah Negara-negara komunis
4. Membentuk Poros Jakarta-Peking

Minggu, 06 Desember 2015

Dinamika Penduduk

   Indonesia merupakan yang padat penduduknya, dengan kondisi seperti ini Indonesia banyak dilanda permasalahan. Antara lain masalah ekonomi, sosial, sampai pada masalah lingkungan hidup sehingga banyak rakyat miskin di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, akan disampaikan ulasan materi sebagai berikut.

A.  Pertumbuhan Pendudukan
               
Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki potensi sumber daya manusia sangat besar. Setiap detik terjadi perubahan pada data kependudukan yang disebabkan oleh adanya kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kondisi inilah yang disebut sebagai dinamika kependudukan Indonesia.
               Sehingga dapat diartikan, dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran (nartalitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan (migrasi).
               Data jumlah penduduk diperoleh melalui sensus penduduk, registrasi penduduk, dan survey penduduk. Sensus Penduduk atau cacah jiwa yaitu penghitungan jumlah penduduk oleh Pemerintah dalam jangka waktu tertentu secara serentak. Sensus penduduk dilaksanakan tiap 10 tahun dan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kegiatan sensus penduduk meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan, penilaian, penganalisaan dan penyajian data-data kependudukan. Data yang disajikan mencakup data demografi, sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.
      Sensus penduduk terdiri dari dua, yaitu:
      •        Sensus de facto yaitu penghitungan/pencacahan terhadap setiap penduduk yang berada di suatu wilayah ketika sensus dilaksanakan.
      •        Sensus de yure yaitu penghitungan/pencacahan terhadap penduduk yang benar-benar bertempat tinggal di wilayah pelaksanaan sensus.

               Survei penduduk, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan penelitian dan menyediakan data statistik kependudukan pada waktu dan tempat tertentu. Survei yang dilakukan meliputi survei ekonomi nasional, survei angkatan kerja nasional dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS). Sedangkan registrasi yaitu proses kegiatan pemerintah yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal dan perubahan pekerjaan secara rutin. Pencatatan ini terutama dilakukan di tingkat pemerintah terendah yaitu kelurahan.
               Kompleksitas dinamika penduduk memunculkan berbagai permasalahan kependudukan. Beberapa masalah kependudukan yang muncul antara lain pertumbuhan, persebaran, dan kualitas penduduk.      Jumlah penduduk setiap saat dapat bertambah atau berkurang, tetapi bisa juga tetap. Ada dua faktor yang menambah jumlah penduduk.

      a.      Faktor alami (natural increase)
               Pertumbuhan penduduk alami yaitu pertumbuhan penduduk yang dapat di hitung jumlahnya berdasarkan selisih antara tingkat kelahiran dan tingkat kematian.
      Rumus: Pn = Po + ( L – M )
      Keterangan:
      Pn = Jumlah penduduk pada tahun tertentu (setelah penambahan).
      Po = Jumlah penduduk pada awal tahun hitungan (sebelum penambahan).
      L = Lahir (kelahiran).
      M = Mati (kematian).
               Migrasi juga dapat dihitung jumlahnya berdasar selisih jumlah imigrasi dan emigrasi.
      Rumus: Pn = Po + (Mi – Mo)
      Keterangan:
      Pn = Jumlah penduduk pada tahun tertentu (setelah penambahan)
      Po = Jumlah penduduk pada awal tahun hitungan (sebelum penambahan).
      Mi = Migrasi masuk
      Mo = Migrasi keluar

      b.      Faktor sosial (social increase)
               Yaitu pertambahan penduduk yang disebabkan yang diperoleh dari selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian ditambah selisih jumlah imigrasi dengan jumlah emigrasi, di hitung dengan rumus berikut:
      Rumus: Pn = Po + {(L – M)+(Mi – Mo)}
      Ada dua cara mengukur pertumbuhan penduduk :
      1.      Pertumbuhan penduduk per decade, yaitu persentase pertumbuhan penduduk dalam jangka waktu sepuluh tahun.
      2.      Pertumbuhan penduduk per periode, yaitu pertumbuhan penduduk dihitung tiap tahun, dengan rumus : Pn = Po + (1 – r)n
      Keterangan:
      Pn     = Jumlah penduduk pada tahun tertentu
      Po     = Jumlah penduduk pada awal tahun hitungan
      r        = Tingkat pertumbuhan penduduk per tahun (dalam %)
      n       = Jumlah tahun antara o hingga n

B.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertambuhan Penduduk.

            
1. Kelahiran (nartalitas) :
               a. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/ CBR), Ialah banyaknya kelahiran hidup tiap 1000 penduduk per tahun.

           
                    Keterangan :
                    CBR  : Tingkat kelahiran kasar
                    B        : Jumlah kelahiran hidup pada tahun tertentu
                    P        : Jumlah penduduk (populiasi) pada pertengahan tahun
                    K        : Konstanta (1000)

                    Angka kelahiran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
                    1. Rendah, apabila CBR kurang dari 20
                    2. Sedang, apabila CBR antara dari 20 – 30
                    3. Tinggi, apabila CBR lebih dari 30

               b. Angka kelahiran menurut umur (Age Specific Birth Rate/ ABSR), Ialah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran setiap 1000 wanita golongan umur tertentu per tahun.

                   

                    Keterangan :
                    ASBRx   : Tingkat kelahiran khusus kelompok umur x
                    Bx           : Jumlah anak yang lahir dari wanita umur x
                    P             : Jumlah wanita pada kelompok umur x
                    X            : Umur wanita pada kelompok tertentu
                    K            : Bilangan Konstanta (1000)

            2. Kematian (mortalitas) :
               a. Angka kematian kasar (Crude Death Rate/ CDR), Ialah angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk per tahun.

                   

                    Keterangan :
                    CDR  : Tingkat Kematian kasar
                    D        : Jumlah kematian
                    P        : Jumlah penduduk (populiasi) pada pertengahan tahun
                    K        : Konstanta (1000)
                    Angka kematian dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
                    1. Rendah, apabila CDR kurang dari 10
                    2. Sedang, apabila CDR antara dari 10 – 20
                    3. Tinggi, apabila CDR lebih dari 20

               b. Angka kematian menurut umur (Age Specific Death Rate/ ASDR), Ialah Banyanknya angka kematian pada kelompok umur tententusetiap 1000 penduduk dalam kelompok umur yang sama.

                   


                    Keterangan :
                    ASBRx   : Tingkat kematian khusus kelompok umur x
                    Dx            : Jumlah kematian pada kelompok umur x
                    P             : Jumlah penduduk kelompok umur x pada pertengahan tahun
                    K            : Bilangan Konstanta (1000)

  3. Perpindahan penduduk (Migrasi), 
yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah atau nagara ke daerah atau negara lain.
            a.     Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk yang dilakukan antar negara. Migrasi Internasional di bedakan menjadi Imigrasi dan Emigrasi.
                    1)             Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke dalam suatu Negara lain dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
                    2)             Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara menuju ke negara lain dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
                    3) Remigrasi, yaitu perpindahan penduduk untuk kembali ke Negara asalnya.
            b.     Migrasi Nasional, yaitu proses perpindahan penduduk di dalam satu negara. Migrasi nasional ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
                    1)   Transmigrasi, yaitu perpindahan dari salah satu pulau/provinsi untuk menetap di pulau/provinsi lain dalam wilayah negara.
                    2)   Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar.
                    3)   Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari perkotaan ke daerah pedesaan.

      C.     Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Kelahiran dan Kematian.

               * Kelahiran (nartalitas)
               Faktor-faktor pronartalitas (pendorong kelahiran)
               1.  Kawin usia muda
               2.  Anggapan banyak anak banyak rezeki
               3.  Anak sebagai penentu status sosial keluarga
               4.  Tingkat kesehatan yang rendah menyebabkan orang tua cenderung mempunyai banyak anak sebagai cadangan.
               Faktor-faktor antinartalitas (penghambat kelahiran)
               1.  Adanya program keluarga berencana (KB)
               2.  Penundaan usia kawin muda
               3.  Adanya undang-undang perkawinan
               4.  Pembatasan tunjangan anak bagi pegawai negeri

               * Kematian (mortalitas)
               Faktor-faktor promortalitas (pendorong kematian)
               1.  Fasilitas kesehatan yang belum memadai
               2.  Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
               3.  Bencana alam yang meminta korban jiwa
               4.  Peperangan, kecelakaan lalulintas, dan pembunuhan / bunuh diri
               Faktor-faktor antimortalitas (penghambat kematian)
               1.  Fasilitas kesehatan yang memadai
               2.  Kesadaran yang tinggi masyarakat terhadap  pentingnya kesehatan
               3.  Lingkungan yang bersih dan sehat
               4.  Keadaan gizi yang baik
               5.  Ajaran agama yang melarang untuk bunuh diri

D.  Tingkat Kepadatan Penduduk Tiap-Tiap Provinsi dan Pulau-Pulau di Indonesia
                    Kepadatan penduduk (population density) adalah perbandingan jumlah penduduk di suatu daerah dengan luar daerah dalam satuan luas tertentu, seperti km2 dan per mil2. Kepadatan penduduk berbeda-beda antara daerah satu dengan lainnya. Faktor geografis yang mempengaruhi kepadatan penduduk satu daerah dengan dearah lain, di antaranya adalah :
                    1)    Kesuburan tanah yang berbeda        4) lokasi
                    2)    Topoggrafi (relief)                            5) Air
                    3)    Iklim                                                 6) Sosial ekonomi
                    Kepadatan penduduk dapat di golongkan menjadi kepadatan penduduk umum (aritmatik), kepadatan penduduk agraris dan kepadatan ekonomis.
              1)   Kepadatan penduduk umum, yaitu angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah penduduk dengan setiap 1 km2  luas wilayah yang di tempatinya.

                   
              2)   Kepadatan penduduk agraris, yaitu angka yang menunjukkan perbandingan anatara jumlah rata-rata penduduk petani setiap 1 km2 luas lahan pertanian.
                   
              3)   Kepadatan fisiologis atau ekonomis, yaitu angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah penduduk yang dapat dijamin kehidupannya setiap 1 km2  luas kesatuan lahan produktif.
                   

E. Kondisi Penduduk Indonesia Berdasarkan Bentuk Piramida Penduduknya
                           Piramida penduduk adalah grafik tentag penduduk yang berbentuk seperti piramida yang disusun atas dasar komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.
      1.     Macam – macam Bentuk Piramida
              a.   Piramida Ekspansif (penduduk muda), yaitu pramida yang menggambarkan sebagain besar penduduk berada dalam kelompok umur muda. Jumlah kelahiran lebih tinggi dari pada jumlah kematian.
              b.   Piramida Konstruktif (penduduk tua), yaitu piramida yang menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit dari pada penduduk tua. Jumlah kematian lebih besar dari pada kelahiran.
              c.   Piramida Stasioner (penduduk seimbang), yaitu piramida yang menggambarkan jumlah penduduk usia muda dan usia tua seimbang. Jumlah kelahiran dan kematian rendah sehingga jumlah penduduk tetap.
        2.   Piramida Penduduk Indonesia
                    Secara umum bentuk piramida penduduk Indonesia termasuk piramida penduduk ekspansif atau piramida bentuk limas, karena angka kelahiran cukup tinggi daripada angka kematian. Jumlah penduduk di Indonesia di ASEAN menempati urutan nomor satu sedangkang di dunia Indonesia menempati urutan ke empat setelah, RRC, India dan Amerika Serikat.
        3.   Manfaat Piramida Penduduk
              a.   Mengetahui pertumbuhan jumlah penduduk suatu Negara atau daerah.
              b.   Mengetahui jumlah penduduk laki-laki dan perempuan
              c.   Mengetahui golongan penduduk produktif dan tidak produktif
              d.   Memprediksi jumlah penduduk suatu negera di masa depan.
        4.   Menghitung Sex Ratio dan Ratio beban ketergantungan.
                    Rasio adalah perbandingan antara penduduk menurut jenis kelamin dan berbagai gejala atau perangkat yang dapat dinyatakan dengan angka.
              a.   Rasio jenis kelamin (Sex Ratio), yaitu perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan perempuan pada suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu.

                   
                    Keterangan :
                    L        : Jumlah laki-laki
                    P        : Jumlah perempuan
           
            b.     Rasio beban tanggungan (dependency ratio), angka yang menyatakan perbandingan antara kelompok umur nonproduktif terhadap kelompok umur produktif. Usia produktif dari 15-64 tahun, sedangkan usia non produktif mulai dari 0-14 tahun dan diatas 65 tahun.

                   
      5.     Angka Usia Harapan Hidup
                    Angka adalah rata-rata tahun hidup yang dijalani oleh penduduk yang baru saja dilahirkan. Contohnya angka harapan hidup waktu lahir artinya rata-rata tahun kehidupan yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir.
                    Manfaat mengetahui angka harapan hidup pada suatu umur tertentu merupakan indikator yang baik untuk menunjukkan tingkat sosial ekonomi penduduk di suatu Negara atau daerah tertentu.
      6.     Dampak Ledakan Penduduk dan Upaya Mengatasinya.
              a.   Beberapa permasalahan yang timbul akibat ledakan penduduk.
              1.   Ledakan penduduk tanpa di ikuti penyediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran.
              2.   Pengangguran menimbulkan kemiskinan.
              3.   Kemiskinan berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan penduduk.
              4.   Jika pendidikan dan kesehatan rendah berarti kualitas SDM menjadi rendah.
              5.   Jika kualitas rendah, berarti produktifitas penduduk rendah.
              6.   Jika produktivitas rendah, GNP juga rendah
              7.   Jika GNP rendah pembangunan nasional dan daya sing juga rendah.
              8.   Akibat lain memungkinkan banyak terjadi kriminalitas, perumahan kumu, dan lain-lain.
     
              b.   Beberapa usaha untuk mengatasi permasalahan penduduk akibat ledakan penduduk
              1.   Bidang Ekonomi
                    a)  Program intensifikasi pertanian
                    b)  Program pemerataan industri
                    c)  Pertumbuhan dan perkembangan industri kecil
              2.   Bidang Pendidikan
                    a)  Program wajib belajar
                    b)  Pertambahan penduduk
                    c)  Pendirian sekolah-sekolah formal
              3.   Bidang Kesehatan
                    a)  Program KB
                    b)  Penambhan fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, poliklinik dan rumah sakit
                    c)  Program penyuluhan kesehatan masyarakat.

              4.   Bidang Persebaran Penduduk
                    Transmigrasi merupakan upaya yang dilakukan untuk memeratakan kepadatan penduduk dengan cara memindahkan penduduk yang dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya. Di Indonesia, transmigrasi telah dilakukan pemerintah sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Transmigrasi dibagi menjadi 2 yaitu :
                    •     Transmigrasi umum, yaitu yang dilakukan oleh pemerintah baik prakarsa, pembiayaan maupun penempatannya.
                    •     Transmigrasi swakarsa berbantuan bila prakarsa oleh penduduk dan lainnya pemerintah dan swakarsa murni bila prakarsa dan pembiayaannya oleh penduduk sendiri.

        7.   Menyajikan Informasi Kependudukan dalam Bentuk Peta, Tabel dan Grafik
                    Data kependudukan yang telah disusun dalam bentuk table mudah dibaca dan dipahami. Biasanya data-data kepndudukan disusun berurutan ke bawah berdasarkan tema data tersebut.
                    Peta-peta yang menyajikan informasi kependudukan sering dinamakan peta statistik. Peta statistik untuk menyajikan informasi kependudukan biasanya digambarkan dengan tiga jenis simbola, yaitu titik (dot), warna (shading), dan aliran (flows).
                    Dari data kependudukan yang berupa angka-angka dapat ditampilkan dalam bentuk diagram atau grafik, akan lebih mudah lagi untuk membacanya. Bentuk-bentuk diagram yang digunakan untuk menyajikan data kependudukan meliputi tiga macam, yaitu diagram batang, diagram garis, dan diagram lingkaran (piegraph).
                    Urutan dalam penyajian data kependudukan adalah sebagai berikut :
              a.   Menampilkan data berupa table penduduk
              b.   Garis table tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik
              c.   Dari table ditampilkan dalam bentuk tematik.

F.    Jenis-jenis Migrasi dan Faktor Penyebabnya
              Mobilitas penduduk adalah gerakan atau arus perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Mobilitas dibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Mobilitas vertikal disebut dengan perubahan status seseorang, sedangkan migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk khusunya mobilitas horizontal.
        1.   Migrasi (mobilitas permanen)
            a.     Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk yang dilakukan antar negara. Migrasi Internasional di bedakan menjadi Imigrasi dan Emigrasi.
                    1)             Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke dalam suatu Negara lain dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
                    2)             Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara menuju ke negara lain dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
                    3) Remigrasi, yaitu perpindahan penduduk untuk kembali ke Negara asalnya.
            b.     Migrasi Nasional, yaitu proses perpindahan penduduk di dalam satu negara. Migrasi nasional ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
                    1)   Transmigrasi, yaitu perpindahan dari salah satu pulau/provinsi yang padat penduduknya untuk menetap di pulau/provinsi lain yang jaran penduduknya dalam wilayah negara. Adapun jenis-jenis transmigrasi antara lain, tansmigrasi local, swakarya, umum, sektoral, keluarga, spontan dan bedol desa.

                        Adapun tujuan pemerintah menggalngkan program transmigrasi, antara lain :
                    a) Meningkatkan taraf hidup rakyat
                    b) Meningkatkan pendidikan latihan kerja
                    c) Meningkatkan pertahanan dan keamanan nasional
                    d) Memberi kesempatan kerja bagi petani yang memerlukan tanah

                    2)   Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar. Adapun faktor pendorong urbanisasi yang terdapat di desa antara lain :
                        1.   Lahan pertanian yang sempit
                        2.   Kurangnya lapangan kerja di desa
                        3.   Upah tenaga kerja di desa rendah
                        4.   Kurangnya fasilitas-fasilitas di desa
                        Sedangkan faktor penarik dari kota, antara lain :
                        1.   Kesempatan kerja di kota lebih luas
                        2.   Upah kerja dikota lebih tinggi
                        3.   Fasilitas di kota lebih banyak

                    3)   Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari perkotaan ke daerah pedesaan.

        2.     Mobilitas nonpermanan sirkuler
                     Migrasi sekuler adalah perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dengan tidak ada niat untuk menetap didaerah tujuan. Adapun jenis jenis migrasi sirkuler antara lain :
            a) Penglaju, yaitu perpindahan penduduk dari tempat tinggal asal menuju ke tempat tujuan yang dilakukan setiap hari pulang pergi untuk melakukan suatu pekerjaan.
            b)         Perpindahan penduduk musiman, maksudnya perpindahan yang dilakukan hanya bersifat sementara pada musim-musim tertentu.


Sumber : http://smpn1bba.blogspot.co.id/2012/11/bahan-ajar-kelas-8-bab-ii.html